Meng-hamba kepada Tuhan
Tuhan, ajarkan aku caranya menangis. Setiap nafas berhembus, butiran-butiran dosa juga terendus dengan halus. Ada yang disadari, ada yang tidak disadari, ada juga yang pura-pura tidak disadari. Semua itu berjalan dengan apa adanya, tak ada yang mampu menghindarinya kecuali ia sudah berada di tahap dekat dengan tuhannya. Bagi yang belum, alur itu akan terus menerus berjalan dan berarus. Tuhan maha penerima taubat bagi hamba-Nya. Hamba-Nya saja yang pemalas untuk meminta permohonan taubat kepada tuhannya. Tidak seperti permohonan remedial atau permohonan perbaikan nilai yang akan tetap dikejar kapanpun waktunya. Aku malu, tuhan. Muncul dipikiranku untuk bisa memikirkan itu. Namun, aku masih tak mampu. Bagaimana caranya tuhan? Jangan habiskan air mataku, aku masih butuh itu untuk menjadi tanda maafku. Jika dini hari yang sepi masih tak bisa membuatku menangis, kapan lagi aku bisa menangis? Apa hatiku yang terlalu membatu. Maafkan aku. Tuhan maha tahu, maha pengerti, ma...