Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019
Bismillahirrahmaanirrahiim. Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Thibbil Quluubi wa Daawaaihaa wa 'Aafiyaatil Abdaani wa Syifaaihaa wa Nuuril Abshaari wa Dhiyaaihaa wa 'Alaa Aalihii wa Shahbihi wa Sallim. Sesak nafasku terus mengiringi hariku kini. Entah apa diagnosanya, aku merasa tak ada posisi yang tepat untukku sekarang. Berdiri terasa sesak, berbaring sesak, duduk pun begitu. Setiap hembusan nafasku, aku berusaha sekuat mungkin melupakan sesak itu dan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Dan bodohnya, Ventolin aku tinggal begitu saja di Malang. Padahal selama di sana, benda itu senantiasa ada di jangkauanku meski tak ada gejala apa-apa. Menulis dengan tangan yang masih diinfus sangatlah berat, tapi bagaimanapun kondisinya, aku harus tetap menulis. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk hambaNya. Mungkin aku perlu beristirahat sejenak menjauhi segala maksiat dan fananya dunia. Tuhan memperingatkanku dengan memberinya rasa sakit ini. Aku tak mau mengeluh dan...
Malang. Tak pernah terpikirkan olehku untuk menerobos jalur pendidikanku ke kota yang jauhnya ratusan kilometer dari tempat tidurku. Tak pernah ada sejarahnya keluargaku, sejauh yang aku tahu, berkenan untuk merantau di sana. UIN Jakarta adalah pilihan mayoritas mereka untuk hinggap dalam 8 semester mereka demi mencapai gelar sarjana. Berlanjut ke abangku yang ternyata tidak semulus dengan yang dikira. Imbasnya? Ada ketakutan sendiri yang meracuni pemikiranku bahkan hingga tak ada satupun pilihan yang aku arahkan untuk ke sana. Beberapa orang menyayangkan. Aku katakan, demi Tuhan aku bukan tinggi hati menolak UIN Jakarta dalam proses pendidikanku. Dan kini, aku lebih memilih untuk nekad menjadi gelandangan di negeri lain, daripada aku hidup bergelimang kemewahan di kampungku sendiri. Malang. Kamu telah menolak kehadiranku 3 kali. Kini aku menghampiri dan merayumu untuk bisa menerima kehadiranku pada permintaan ke 4 kalinya. Aku berdo'a, berikhtiar, dan bertawakkal atas a...