Hidup itu Cinta / Life is love

Hidup itu cinta.

Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Akhirnya, setelah sekian lama tulisanku absen di laman pribadiku, kini aku kembali bersemangat untuk berbagi tulisanku kepada penggemar tulisanku, HAHA. Penggemar yang rata-rata enggak punya kerjaan sampe mau baca tulisan-tulisan yang menginspirasi ini, hehe.
Pada kesempatan waktu luangku ini, aku tak mau membahas tentang politik atau apapun yang berbau dengannya. Kini aku ingin membuka sisi filosofisku, sisi filosofis yang setiap orang punya, sebagai bentuk nurani pada diri manusia, beuh, ketinggian ga si bahasanya?

Seperti pada judul yang aku tautkan, aku ingin menyinggung tentang kehidupan, kehidupan cinta di dunia manusia. Selama kita hidup, ribuan kali bahkan jutaan kali kita mendengar tentang ‘cinta’ baik dari kecil yang mengatakan bahwa “Aku cinta mama,” atau dikala remaja yang mulai mengungkapkan cinta puitis terhadap pasangannya, “Aku cinta kamu selamanya.” hingga dikala tua yang banyak mengingat tuhan, “Aku cinta tuhan, aku berusaha untuk menjadi hamba terbaikmu, tuhan.”
Namun, lagi-lagi itu hanya teori yang baku, sekarang saja sudah banyak bocah-bocah yang masih minum susu dancow 5+ sudah bisa menyatakan cinta atau bahkan sudah mengerti apa itu ‘pacaran’ lalu dikala sekolah dasar yang sudah berani mempraktek-kan apa itu pacaran, aku sudah tak mengerti bagaimana di masa-masa setelahnya jika di tingkat sekolah dasar saja sudah berani seperti itu.

Pandangan dan stigma mainstream terhadap cinta yang masih sangat ekstrem menjadi penyebab itu semua. Bagaimana jika yang namanya cinta harus dengan lawan jenis, bagaimana yang namanya cinta harus disebut pacaran, bagaimana yang namanya cinta harus seperti ini & seperti itu.

Lalu bagaimana dengan cinta yang sebenarnya?

Jujur saja, aku mengenal cinta sejak masa peralihan dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama. Persepsi aku terhadap cinta persis seperti tadi yang aku gambarkan tadi. Dan aku termasuk korban kesalahpahaman arti cinta.

Kembali ke judul yang aku paparkan, hidup itu cinta. Walau cinta tak selamanya hidup.
Cinta bagai pisau yang tajam, jika kau bisa memanfaatkan dan menggunakannya dengan cara yang baik, pasti hal itu akan menjadi baik pula, tetapi, jika kau menganggap remeh atau menggunakannya dengan cara sembarangan, maka sesuatu itu bisa melukaimu bahkan membunuhmu.
Banyak pendapat arti cinta dari para ahli cinta, tapi aku masih belum yakin dan belum puas.

Aku mencoba mencari arti cinta dari sisi aku sebagai hamba yang mencintai tuhannya, aku sedikit menelaahnya.
Sebagai contoh, Tuhan lebih menyayangi hamba-Nya yang hambanya itu lebih dekat kepada-Nya, Tuhan lebih menyayangi hamba-Nya yang hambanya itu lebih patuh kepada-Nya. Tuhan akan ‘marah’ apabila hambanya ingkar atau berpaling dari-Nya, bukan berarti tuhan itu lemah, tapi, itulah konsekuensi terhadap cinta.

Pandangan manusia terhadap cinta itu terlalu sempit, manusia hanya sekedar saling mencintai tanpa tahu apa maksud tuhan menciptakan cinta.

“Tuhan menciptakan molekul cinta sesuai dengan kadar & kemampuan makhluk-Nya.”
                     -fatwazmi

Wassalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reuni 212: Mencari Makna yang Sesungguhnya

Minoritas di Kampung Mayoritas

Kasih tanpa kekangan.