Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Meng-hamba kepada Tuhan

Tuhan, ajarkan aku caranya menangis. Setiap nafas berhembus, butiran-butiran dosa juga terendus dengan halus. Ada yang disadari, ada yang tidak disadari, ada juga yang pura-pura tidak disadari. Semua itu berjalan dengan apa adanya, tak ada yang mampu menghindarinya kecuali ia sudah berada di tahap dekat dengan tuhannya. Bagi yang belum, alur itu akan terus menerus berjalan dan berarus. Tuhan maha penerima taubat bagi hamba-Nya. Hamba-Nya saja yang pemalas untuk meminta permohonan taubat kepada tuhannya. Tidak seperti permohonan remedial atau permohonan perbaikan nilai yang akan tetap dikejar kapanpun waktunya. Aku malu, tuhan. Muncul dipikiranku untuk bisa memikirkan itu. Namun, aku masih tak mampu. Bagaimana caranya tuhan? Jangan habiskan air mataku, aku masih butuh itu untuk menjadi tanda maafku. Jika dini hari yang sepi masih tak bisa membuatku menangis, kapan lagi aku bisa menangis? Apa hatiku yang terlalu membatu. Maafkan aku. Tuhan maha tahu, maha pengerti, ma...

Keluar dari zona nyaman.

Keluar dari zona nyaman. Hidup dengan penuh ke-instant-an kadang membuat orang lupa tentang bagaimana cara yang ditempuh untuk sebuah tujuan. Terperangkap dalam huru-hara dunia kadang membuat orang terlalu berharap tentang kejayaan dunia. Fasilitas bertabur, makan tinggal nyendok sayur, kalo ngantuk, iya tinggal tidur. Modernisasi semakin membuat manusia tak bisa berkreasi. Hidup penuh kehampaan. Mata bagai menempel dengan layar gawai dan jari yang selalu menari seirama dengan apa yang diucapkan hati. Sampai kapan mau begitu? Keluar dari zona nyaman memang tak menjamin kita aman. Tapi setidaknya kau bisa merasakan bagaimana hidup tak semudah yang dibayangkan. Mengetik dengan kondisi sepi. Dibelasan ratus kilometer dari kampung halaman. Orang lain jarang melihat perjuangan kau sendiri. Tapi kau yang akan menunjukkan hasilnya kepada orang banyak dengan tanganmu sendiri, bahwa keluar dari zona nyaman, tak semudah apa yang ada dalam angan. Pati, 2017.