Hamba Remedial
Andai Tuhan menciptakan manusia untuk saling mengalahkan satu sama lain, manusia tak akan sanggup. Manusia memang hamba paling sempurna. Namun, kesempurnaan itu malah membuat manusia terlena. Sesuatu yang merasa sempurna tak akan mengetahui dimana celah kecacatannya. Berbanding terbalik dengan sesuatu yang selalu merasa kekurangan, sesuatu tersebut akan berusaha mencari dimana celah kekurangannya dan akan senantiasa memperbaikinya agar menjadi baik. Ketika produsen Nokia merajai pasar telepon genggam, mereka sudah merasa menjadi pemenang dan tak terkalahkan. Segala jenis telepon yang mereka keluarkan laku keras meskipun mereka buat dengan model yang biasa saja. Sama seperti manusia yang merasa dirinya sempurna. Manusia tak lagi menganggap ada hamba lain yang mampu menandinginya. Tumbuhan dan lingkungan tak lagi diperhatikan. Kerusakan alam ada dimana-mana. Manusia sudah merasa jumawa dan tak peduli terhadap hal-hal itu lagi. Juga dengan hewan-hewan yang diperlakukan den...