Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Hamba Remedial

Andai Tuhan menciptakan manusia untuk saling mengalahkan satu sama lain, manusia tak akan sanggup. Manusia memang hamba paling sempurna. Namun, kesempurnaan itu  malah  membuat manusia terlena. Sesuatu yang merasa sempurna tak akan mengetahui dimana celah kecacatannya. Berbanding terbalik dengan sesuatu yang selalu merasa kekurangan, sesuatu tersebut akan berusaha mencari dimana celah kekurangannya dan akan senantiasa memperbaikinya agar menjadi baik. Ketika produsen Nokia merajai pasar telepon genggam, mereka sudah merasa menjadi pemenang dan tak terkalahkan. Segala jenis telepon yang mereka keluarkan laku keras meskipun mereka buat dengan model yang biasa saja. Sama seperti manusia yang merasa dirinya sempurna. Manusia tak lagi menganggap ada hamba lain yang mampu menandinginya. Tumbuhan dan lingkungan tak lagi diperhatikan. Kerusakan alam ada dimana-mana. Manusia sudah merasa jumawa dan tak peduli terhadap hal-hal itu lagi. Juga dengan hewan-hewan yang diperlakukan den...

Antara Filosofi Sepak Bola dan Strategi Umat Muslim Indonesia

Agama adalah suatu hal yang cukup penting dalam hidup manusia. Apalagi di Indonesia. Kehormatan agama sangat dijunjung tinggi dan ditinggikan derajatnya diatas hal apapun. Kondisi sosial masyarakat yang kental dan dekat dengan agama membuat umat muslim di Indonesia sangat diperhatikan adanya. Sebagai agama yang sangat diminati dan menjadi terbesar tentu harus menjadi teladan bagi agama-agama lainnya. Namun, acap kali isu agama yang beredar, terkadang mengatasnamakan agama islam sebagai pelakunya. Entah direkayasa, atau memang begitu adanya. Rasisme terhadap suatu golongan minoritas selalu menjadi ‘alasan’ dibalik terjadinya semua itu. Ada yang merasa tertindas, ada yang merasa cemburu, bahkan ada juga yang merasa takut dengan umat muslim di Indonesia. Memang, agama Islam adalah agama mayoritas di negeri ini. Namun faktanya, islamophobia dan keterpurukan agama islam semakin menjadi-jadi dan terlihat jelas adanya. Apakah mungkin, kalau agama mayoritas di negeri ini malah menja...

Kyai Kampung, Masih Worth It?

  Menjadi seorang kyai adalah suatu pengabdian besar seorang insan terhadap Tuhan. Sebagai pewaris nabi, kyai mempunyai tanggung jawab besar untuk mengangkat moral dan masa depan umat. Dengan berbagai label kyai, aku masih terlalu erat dengan kyai kampung. Entah apa alasanku untuk lebih mengeratkan diriku dengan label kyai tersebut.   Memang tak banyak perbedaan antara kyai kampung dengan label kyai modern, keduanya sama-sama mengabdikan diri untuk agamanya. Tetapi, aku melihat kadar kesederhanaan dan keikhlasan yang lebih membuatku tertarik kepada hal tsb. Pengajian yang ‘ala kadarnya’ di atas karpet majelis yang cukup usang, dengan meja kayu yang sudah reyot karena dimakan rayap, dan juga pengeras suara yang terkadang storing (nguing). Sederhana bukan? Kalau engkau melihat dari sudut pandang ini, tentu kau akan melihat perbedaan yang cukup berbeda dengan kajian-kajian yang akhir-akhir ini mulai tenar. Jamaah kyai kampung tak tentu jumlahnya, kyai kampung hanya ...