Bunga ini untukmu,
Sendu melagu masih mengganggu.
Bagaimana tidak? Kau masih saja begitu.
Betapa bahagianya saat kau datang, dulu.
Tapi apalah kini, kau hanya bisa membuatku diam membatu.
Sebulan yang lalu bunga itu masih untukmu.
Kau pegang erat-erat bunga itu didepanku.
Sebulan yang kini kau buang elok-elok bunga itu.
Aku tahu, bunga itu penuh duri, tak mungkin bisa tertahan oleh tangan indahmu.
Terkulai hati ini tersesak kaku.
Antara wajah dan hatiku tak lagi menyatu.
Sudah seberapa lama banyak yang melihat sandiwaraku.
Hanya hujan malam ini yang ku tuju.
Mana manifestasi cinta yang selama ini kau sebut itu?
Selebar sayap malaikat setinggi harapanku.
Halah, itu hanya janji dan anganmu.
Aku yang apatis sangat mudah mempercayai itu.
Aku-pun sudah lelah menunggu.
Tanpa sepeser penghormatan atau segelintir balasanmu.
Tapi oh maaf, aku sudah tak perlu.
Berikan itu untuk sesuatu yang lebih sempurna dariku, cari yang seperti itu.
Bunga ini sudah bukan untuk siapapun atau mungkin untukmu.
Buang saja bunga itu kemanapun kau mau.
Atau berikan kepada si sempurna itu.
Cukup duri itu hanya melukai bagian bawah kanan perutku.
-ft azsyah-
Malam ini hujan tanpamu, juga tanpa angan perihmu.
Komentar
Posting Komentar